Minggu, 28 Februari 2016

Hari Pertama Kerja Setelah libur Idul Adha

I have to face the bitter reality...ya...hari ini pertama masuk kantor setelah libur idul adha, sebenarnya di kalender cuma libur satu hari tapi sebagai orang perantauan bolehlah menambah libur menjadi tiga hari, hitung-hitung sebagai pengingat bau-bau kampung halamanku...

Little bit strange tapi kayaknya harus adaptasi lagi walaupun cuma sebentar....pas ngantor langsung dapat titah bikin laporan lagi...walaupun laporan yang satu ini agak fleksibel karena deadline nya ga ada tapi tetap aja jadi beban, hahahaahah santaylogicku kembali muncul di lintasan pikiranku.

Saya juga ndak tau kenapa kadar panas kota ini bertambah beberapa kali lipat...sumpahh panas sekali pake kodong, di dalam ruangan yang ber AC aja yang suhunya sudah 16 derajat saya masih ngipas-ngipasin ke badan pake kertas, saya pernah mikir ini matahari kok tiap hari buka cabang di sekitar kantorku...ibaratnya nih keju cheddar yang disimpan di luar selama 5 menit saja langsung meleleh, nah coba bayangkan kalau itu kulit, pantas aja pas pulang kampung saudara sama tetangga bilang; kenapa hitamki? Bagaimana ndak hitam kalo panasnya kayak begini, bule pun kayaknya bakal jadi tanned kalau tinggal semingguan disini.

Tapi mungkin musim kemarau tahun ini agak sadis karena selama hampir 4 bulanan tinggal di sini, saya belum pernah ditetesi setitik hujan sekalipun, makanya air disini jadi most wanted banget selain emas, berlian dan batu cincin tentunya...




*Tulisan ini dibuat pada saat hari pertama masuk kantor setelah Libur Idul Adha tapi baru di upload sekarang gara-gara   si merah (laptop) bermasalah :)

Rabu, 28 Oktober 2015

Kejadian Pagi Hari

Smiling......Saya selalu membiasakan bangun pagi dengan sebuah senyum, entah kapan kebiasaan  ini  jadi rutinitas pada pagi hari, awalnya saya mendengarkan motivasi dari.... kalo ndak salah Nurcahyo dan pada saat beliau memaparkan alasannya dan seketika itu pun sarannya langsung di lahap habis  oleh otak saya sampai tak bersisa . Menurut beliau jika kita tersenyum pada saat bangun pagi otomatis memberikan efek positif, spirit dan mudah-mudahan kita dapat terus tersenyum sepanjang hari.


Setelah senyam-senyum tiba-tiba mulutku memanyun tanpa di komandoi karena   rutinitas kedua setelah senyum yaitu mawwiccang wae (baca: ngangkat air). Saya masih bingung kenapa kota ini selalu defisit air bersih padahal secara geografis  letaknya  dikelilingi lautan... maklum di tempat kelahiran saya belum pernah mendapatkan hal seekstrim ini, kenapa saya bilang ekstrim karena air itu kebutuhan sangat vital, bayangkan saja jika tiba-tba mendadak sakit perut dan ndak ada air, what should i do? Ndak mungkin kalo tiba-tiba cari pasir dan ta da....jadilah bunga pasir...(if you know what i mean)


Untungnya jarak dari ritual ngangkat air ndak terlalu jauh dari kamar kost ku....walaupun begitu tetap saja daily acitivities ini membuatku agak sedikit kerepotan, tapi untunglah masih ada sisa-sisa air yang bisa diangkat daripada kemarin-kemarin harus beli air galon.


Tapi makin lama deposit air bersih Ibu kost ku  sudah habis sama sekali dan alhasil semua penduduk kost pun harus patungan membeli air bersih...walaupun lebih murah daripada air isi ulang galonan tapi toh tetap saja kita harus mengeluarkan uang ekstra dan mau tidak mau konsumsi air bersih tidak luput dari program skala prioritas... artinya kalau mau pipis (mencoba imut, harusnya nulis kencing) dan ndak terlalu kebelet nanti bisa di jama’ dengan pipis yang kedua yang pastinya sudah on the way di dalam ureter. Trus ritual mandi sore juga sudah ditiadakan, cuci piring juga harus nunggu menggunung dulu, keramas  cukup dua kali seminggu, kalau mandi dan selesai sabunan juga harus dibantu pake tangan biar busanya cepat ngalir dan kulit cepat kesat walaupun dengan penggunaan air yang minim.


Dan  hal-hal yang kecil ini bisa berdampak sistemik misalnya:
·         keseringan nahan pipis bisa menyebabkan infeksi saluran kemih dan cikal bakal penyakit prostat;
·         ndak mandi sore menyebabkan kulit jadi lepek, gatal, gerah dan dampaknya merentet ke psikologis, gelisah, uring-uringan dan cepat marah;
·          jarang keramas membuat kulit kepala jadi gatal, ketombe makin banyak dan kutu rambut bisa beranak pinak;
·         ngebilas pake air yang minim kulit badan bisa jadi memerah karena residu busa masih nempel di pori-pori kulit


dan masih banyak hal-hal yang kecil tapi efeknya bisa berdampak besar gegara kekurangan air bersih dan ujung-ujungnya butuh ekstra treatment dan apesnya kalau kena salah satu dampak diatas artinya butuh pengeluaran ekstra lagi....Yaa Alloh pencipta hujan...tolong sudahi musim kemarau ini dengan menurunkan setitik hujan dari langit-Mu Yaa Alloh...tutur do’aku memulai hari.
Jam digital di smartphoneku sudah terpampang di posisi  08.00. Kuawali  hari ini dengan terlambat masuk di kantor, sebenarnya tdk sengaja cuma.........semata-mata kemalasanku menang telak dari sifat rajinku, entah bagaimana pula  tiap hari jumat ada program kerja bakti yang jauhnya minta ampun dari lokasi kantor, tapi  sepertinya sy dapat dispensasi krn pertama; saya belum terlalu lihai mengendarai motor di medan seberat ini dan seluruh isi alam semesta pun tahu akan hal itu (fix lebay) yg kedua; walapun di bantu dengan naik ojek toh saya juga tidak tahu lokasi persisnya ada dimana karena spot kerja baktinya itu ada di hutan...waoooow...mencengangkan..skip...skip..yg ini fix agak super  lebay karena hutannya jg berada di pinggiran kota, tapi tetap saja dengan kondisi seperti ini membuat saya agak sulit untuk menjangkau tempat itu... sergahku membela dalam hati


3,5 Jam berlalu saya msh duduk santayyy  `di kantor, lumayan hari ini ndak terlalu hectic seperti kemarin walaupun sebenarnya masih terpenjara dari deadline laporan- laporan yang belum beres.  I just wana be free from them, tiba-tiba  membatin lagi setelah melirik lembaran-lembaran kertas yang menumpuk di sisi kananku...Sebenarnya mataku pun sudah letih tertatih – tatih melihat angka-angka yang berderet seperti sedang mengantri audisi  komptetisi idol-idol an...But that is your fate...kilah iparku yang  saat itu  sedang memperjelas desk job ku seperti apa nantinya... Hmmm tiba-tiba helaan nafasku menjadi fals, seperti nada yang tidak ngepas di posisinya...


Ndak sholat jum’at ki? Tanya seruanganku yang siap-siap pulang ishoma, Oh iye sebentar-sebentar pi jawabku datar ...saya baru tersadar kembali kalau hari ini adalah jum’at, jam di  task bar laptop merah marunku telah tertulis 11.55 siang dengan sekelebat saya pun bergegas ke mesjid dekat kantor untuk menunaikan sholat jum’at.Ok ..sesampai  dimesjid  dan duduk kegerahan karena sumber angin dari kipas angin yang tidak memihak ke saya seolah-olah langsung hilang karena penceramahnya tiba-tiba bilang kalau Idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 23 September 2015...Endonesia  oh endonesia...kenapa harus beda lagi...harusnya kan bisa bersamaan dengan melipirkan keegoisan kelompok, prinsip dan metode yang paling tepat atas nama kebersaman sesama muslim...Saya sempat menganga dan nge blank sepersekian detik tapi untunglah penceramahnya sedikit ngelucu jadi  bisa melumerkan ke-blank-nga-an-ku...etapi harus dimaklumi mesjid yang saya tempati sholat  ini memang selalu  lebih cepat  sehari dibanding versi Pemerintah  karena basisnya Muhammadiyah...



Setelah sholat dan makan siang, jam 1.30 siang saya bergegas kembali ke kantor dan mengerjakan rutinitas...Seperti biasa untuk mengusir kekakuan di ruangan kerja, saya memainkan beberapa lagu di folder play list laptopku. Bersenandunglah si Kaka Bruno Mars dan teman-temannya... Dan tak terasa waktu sudah mengusir kita pulang... Ok... waktunya memasukkan si merah marun kedalam tas dan pulang dengan berjalan kali layaknya pekerja-pekerja di Korea...Yihaaaa