Jam digital di smartphoneku sudah
terpampang di posisi 08.00. Kuawali hari ini dengan terlambat masuk di kantor,
sebenarnya tdk sengaja cuma.........semata-mata kemalasanku menang telak dari
sifat rajinku, entah bagaimana pula tiap
hari jumat ada program kerja bakti yang jauhnya minta ampun dari lokasi kantor,
tapi sepertinya sy dapat dispensasi krn
pertama; saya belum terlalu lihai mengendarai motor di medan seberat ini dan
seluruh isi alam semesta pun tahu akan hal itu (fix lebay) yg kedua; walapun di
bantu dengan naik ojek toh saya juga tidak tahu lokasi persisnya ada dimana karena
spot kerja baktinya itu ada di hutan...waoooow...mencengangkan..skip...skip..yg
ini fix agak super lebay karena hutannya
jg berada di pinggiran kota, tapi tetap saja dengan kondisi seperti ini membuat
saya agak sulit untuk menjangkau tempat itu... sergahku membela dalam hati
3,5 Jam berlalu saya msh duduk
santayyy `di kantor, lumayan hari ini
ndak terlalu hectic seperti kemarin walaupun sebenarnya masih terpenjara dari
deadline laporan- laporan yang belum beres.
I just wana be free from them, tiba-tiba membatin lagi setelah melirik
lembaran-lembaran kertas yang menumpuk di sisi kananku...Sebenarnya mataku pun
sudah letih tertatih – tatih melihat angka-angka yang berderet seperti sedang
mengantri audisi komptetisi idol-idol
an...But that is your fate...kilah iparku yang
saat itu sedang memperjelas desk
job ku seperti apa nantinya... Hmmm tiba-tiba helaan nafasku menjadi fals,
seperti nada yang tidak ngepas di posisinya...
Ndak sholat jum’at ki? Tanya
seruanganku yang siap-siap pulang ishoma, Oh iye sebentar-sebentar pi jawabku
datar ...saya baru tersadar kembali kalau hari ini adalah jum’at, jam di task bar laptop merah marunku telah tertulis
11.55 siang dengan sekelebat saya pun bergegas ke mesjid dekat kantor untuk
menunaikan sholat jum’at.Ok ..sesampai
dimesjid dan duduk kegerahan
karena sumber angin dari kipas angin yang tidak memihak ke saya seolah-olah langsung
hilang karena penceramahnya tiba-tiba bilang kalau Idul Adha jatuh pada hari
Rabu tanggal 23 September 2015...Endonesia
oh endonesia...kenapa harus beda lagi...harusnya kan bisa bersamaan
dengan melipirkan keegoisan kelompok, prinsip dan metode yang paling tepat atas
nama kebersaman sesama muslim...Saya sempat menganga dan nge blank sepersekian
detik tapi untunglah penceramahnya sedikit ngelucu jadi bisa melumerkan ke-blank-nga-an-ku...etapi
harus dimaklumi mesjid yang saya tempati sholat ini memang selalu lebih cepat
sehari dibanding versi Pemerintah karena basisnya Muhammadiyah...
Setelah sholat dan makan siang,
jam 1.30 siang saya bergegas kembali ke kantor dan mengerjakan
rutinitas...Seperti biasa untuk mengusir kekakuan di ruangan kerja, saya memainkan
beberapa lagu di folder play list laptopku. Bersenandunglah si Kaka Bruno Mars
dan teman-temannya... Dan tak terasa waktu sudah mengusir kita pulang... Ok...
waktunya memasukkan si merah marun kedalam tas dan pulang dengan berjalan kali
layaknya pekerja-pekerja di Korea...Yihaaaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar