Rabu, 28 Oktober 2015

Jam digital di smartphoneku sudah terpampang di posisi  08.00. Kuawali  hari ini dengan terlambat masuk di kantor, sebenarnya tdk sengaja cuma.........semata-mata kemalasanku menang telak dari sifat rajinku, entah bagaimana pula  tiap hari jumat ada program kerja bakti yang jauhnya minta ampun dari lokasi kantor, tapi  sepertinya sy dapat dispensasi krn pertama; saya belum terlalu lihai mengendarai motor di medan seberat ini dan seluruh isi alam semesta pun tahu akan hal itu (fix lebay) yg kedua; walapun di bantu dengan naik ojek toh saya juga tidak tahu lokasi persisnya ada dimana karena spot kerja baktinya itu ada di hutan...waoooow...mencengangkan..skip...skip..yg ini fix agak super  lebay karena hutannya jg berada di pinggiran kota, tapi tetap saja dengan kondisi seperti ini membuat saya agak sulit untuk menjangkau tempat itu... sergahku membela dalam hati


3,5 Jam berlalu saya msh duduk santayyy  `di kantor, lumayan hari ini ndak terlalu hectic seperti kemarin walaupun sebenarnya masih terpenjara dari deadline laporan- laporan yang belum beres.  I just wana be free from them, tiba-tiba  membatin lagi setelah melirik lembaran-lembaran kertas yang menumpuk di sisi kananku...Sebenarnya mataku pun sudah letih tertatih – tatih melihat angka-angka yang berderet seperti sedang mengantri audisi  komptetisi idol-idol an...But that is your fate...kilah iparku yang  saat itu  sedang memperjelas desk job ku seperti apa nantinya... Hmmm tiba-tiba helaan nafasku menjadi fals, seperti nada yang tidak ngepas di posisinya...


Ndak sholat jum’at ki? Tanya seruanganku yang siap-siap pulang ishoma, Oh iye sebentar-sebentar pi jawabku datar ...saya baru tersadar kembali kalau hari ini adalah jum’at, jam di  task bar laptop merah marunku telah tertulis 11.55 siang dengan sekelebat saya pun bergegas ke mesjid dekat kantor untuk menunaikan sholat jum’at.Ok ..sesampai  dimesjid  dan duduk kegerahan karena sumber angin dari kipas angin yang tidak memihak ke saya seolah-olah langsung hilang karena penceramahnya tiba-tiba bilang kalau Idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 23 September 2015...Endonesia  oh endonesia...kenapa harus beda lagi...harusnya kan bisa bersamaan dengan melipirkan keegoisan kelompok, prinsip dan metode yang paling tepat atas nama kebersaman sesama muslim...Saya sempat menganga dan nge blank sepersekian detik tapi untunglah penceramahnya sedikit ngelucu jadi  bisa melumerkan ke-blank-nga-an-ku...etapi harus dimaklumi mesjid yang saya tempati sholat  ini memang selalu  lebih cepat  sehari dibanding versi Pemerintah  karena basisnya Muhammadiyah...



Setelah sholat dan makan siang, jam 1.30 siang saya bergegas kembali ke kantor dan mengerjakan rutinitas...Seperti biasa untuk mengusir kekakuan di ruangan kerja, saya memainkan beberapa lagu di folder play list laptopku. Bersenandunglah si Kaka Bruno Mars dan teman-temannya... Dan tak terasa waktu sudah mengusir kita pulang... Ok... waktunya memasukkan si merah marun kedalam tas dan pulang dengan berjalan kali layaknya pekerja-pekerja di Korea...Yihaaaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar